Memindahkan domisili? Jangan lupa urus mutasi mobil Anda! Proses ini krusial agar Anda tak kerepotan saat membayar pajak atau memperpanjang STNK. Ketahui biaya dan cara mengurusnya agar lebih mudah dan hemat.
Jika Anda pindah domisili dan tidak melakukan mutasi, urusan administrasi kendaraan akan tetap terikat pada alamat lama. Misalnya, jika Anda warga Jakarta (pelat B) pindah ke Surabaya, Anda tetap harus mengurus pajak dan STNK di Jakarta. Proses ini tentu merepotkan dan menghabiskan waktu.
Untungnya, mengurus mutasi mobil tidak sesulit yang dibayangkan. Jangan sampai menggunakan jasa calo yang mahal! Artikel ini akan menjelaskan secara detail tentang jenis mutasi, persyaratan, prosedur, dan perhitungan biayanya.
Jenis Mutasi Mobil
Mutasi mobil terbagi dua: mutasi satu daerah (provinsi) dan mutasi beda daerah. Pada mutasi satu daerah, alamat Anda berubah, namun nomor polisi (nopol) tetap sama. Contohnya, pindah dari Jakarta ke Depok, nopol tetap B.
Sedangkan mutasi beda daerah, selain pindah alamat, nopol juga berubah. Proses mutasi beda daerah lebih kompleks karena melibatkan cabut berkas dan polisi daerah setempat. Perbedaan ini memengaruhi prosedur dan waktu yang dibutuhkan.
Syarat Mutasi Mobil
Sebelum ke kantor Samsat, pastikan Anda telah menyiapkan dokumen berikut:
Setelah dokumen lengkap, ikuti langkah-langkah berikut untuk mutasi di alamat lama:
- Datangi kantor Samsat sesuai STNK, usahakan pagi hari untuk menghindari antrean.
- Lakukan cek fisik kendaraan. Serahkan berkas lengkap kepada petugas.
- Anda akan mendapat formulir cek fisik dan diminta fotokopi berkas.
- Serahkan formulir cek fisik, petugas akan melakukan pengecekan nomor mesin dan rangka.
- Lakukan fotokopi berkas di tempat yang tersedia di Samsat.
- Serahkan fotokopi berkas ke loket cek fisik.
- Selanjutnya, ke bagian fiskal untuk mengisi formulir dan membayar pajak tertunggak.
- Pastikan pajak kendaraan dibayar lunas.
- Ambil berkas kartu induk (tanyakan lokasinya pada petugas).
- Bawa berkas kartu induk ke bagian mutasi dan serahkan di loket.
- Anda akan mendapat surat jalan untuk mutasi di domisili baru.
Proses di domisili baru hampir sama. Anda perlu datang ke Samsat setempat, melakukan cek fisik, menyerahkan surat jalan dan berkas lain, dan melengkapi proses mutasi.
- Datangi Samsat domisili baru.
- Cek fisik kendaraan dan serahkan semua berkas beserta surat jalan.
- Pengecekan nomor mesin dan rangka akan dilakukan kembali.
- Bawa berkas ke bagian mutasi.
- Isi formulir yang diberikan.
- Tunggu hingga dipanggil untuk menyelesaikan pembayaran.
- BPKB asli akan ditahan, Anda akan mendapat surat pengantar untuk pengambilan di Polres.
- Bayar biaya mutasi dan ambil STNK baru.
- Ambil pelat nomor baru.
- Proses selesai.
Cara Menghitung dan Biaya Mutasi Mobil
Biaya mutasi mobil (BBN) umumnya 1% dari harga beli kendaraan. Jadi, biaya mutasi mobil Avanza seharga Rp 200 juta adalah 1% x Rp 200.000.000 = Rp 2.000.000. Namun, ini belum termasuk biaya-biaya lain.
Berikut rincian biaya mutasi mobil (untuk STNK roda 4, biaya dapat bervariasi tergantung daerah):
Rincian Biaya Mutasi Mobil (STNK Roda 4)
Komponen | Jenis STNK | Biaya (Rp) |
---|---|---|
Cek Fisik | STNK roda 4 | GRATIS |
Biaya Fiskal | STNK roda 4 | 250.000 |
Admin Gudang Kartu Induk | STNK roda 4 | 10.000 |
Admin Mutasi Keluar | STNK roda 4 | 50.000 |
Admin Mutasi Masuk | STNK roda 4 | 375.000 |
Biaya Mutasi Masuk (BBN) | STNK roda 4 | 2.000.000 |
PNBP STNK | STNK roda 4 | 400.000 |
PNBP BPKB | STNK roda 4 | 100.000 |
Ingat, biaya ini bisa berbeda-beda tergantung daerah dan jenis kendaraan. Selalu konfirmasi ke kantor Samsat setempat untuk informasi terkini.
Dengan memahami langkah-langkah dan biaya mutasi mobil, Anda bisa mengurusnya dengan lebih mudah dan efisien. Semoga informasi ini bermanfaat!