Menteri Urusan Anak Islandia, Asthildur Loa Thorsdottir, mengundurkan diri setelah mengakui hubungannya dengan seorang remaja laki-laki, Eirikur Asmundsson, 36 tahun lalu. Saat itu, Thorsdottir berusia 22 tahun, sedangkan Asmundsson berusia 15 tahun.
Mereka bertemu di kelompok keagamaan “Tru og Lif” (Agama dan Kehidupan), tempat Thorsdottir bekerja sebagai konselor. Asmundsson bergabung karena masalah keluarga. Hubungan mereka berlanjut hingga Thorsdottir melahirkan putra mereka.
“Sudah 36 tahun berlalu, banyak hal yang berubah dalam rentang waktu itu, dan saya pasti akan menangani masalah ini dengan cara yang berbeda jika itu terjadi hari ini,” ungkap Thorsdottir.
1. Reaksi Perdana Menteri dan Pemerintah Islandia
Perdana Menteri Islandia, Kristrun Frostadottir, menganggap ini masalah serius, meskipun mengaku tidak mengetahui detailnya. “Ini adalah masalah yang sangat pribadi (dan) untuk menghormati yang bersangkutan, saya tidak akan mengomentari substansinya,” katanya kepada BBC.
Frostadottir mengatakan baru mendapat konfirmasi pada Kamis (20/3/2025) malam dan langsung memanggil Thorsdottir. Thorsdottir kemudian mengundurkan diri. Pemerintah belum memberikan pernyataan resmi mengenai konsekuensi hukum atau politik lebih lanjut.
2. Akses Terbatas Asmundsson kepada Putranya
Laporan RUV menyebutkan Asmundsson hadir saat kelahiran putranya dan menghabiskan tahun pertama bersama. Namun, setelah Thorsdottir menikah, akses Asmundsson dibatasi.
Ia mengajukan permohonan ke Kementerian Kehakiman dan Layanan Keluarga Gereja untuk mendapatkan akses yang lebih baik kepada anaknya, tetapi Thorsdottir menolak. Selama bertahun-tahun, Asmundsson hanya diperbolehkan bertemu putranya selama 2 jam setiap bulan, tetapi tetap diwajibkan membayar tunjangan anak selama 18 tahun.
3. Pengungkapan dan Pengunduran Diri
Seorang kerabat Asmundsson melaporkan hubungan tersebut kepada Perdana Menteri pekan lalu. Thorsdottir mengetahui pelaporan dan identitas pelapor, kemudian diduga menghubungi orang tersebut secara langsung.
Thorsdottir mengaku kesal atas tindakan kerabat Asmundsson, menyatakan, “Saya mengerti bagaimana hal itu terlihat. Sangat sulit untuk menyampaikan cerita yang sebenarnya melalui berita saat ini.” Meskipun mengundurkan diri sebagai menteri, ia tidak berencana meninggalkan parlemen.
4. Hukum di Islandia Terkait Hubungan Seksual dengan Remaja
Di Islandia, batas usia legal untuk berhubungan seksual adalah 15 tahun. Namun, berhubungan seksual dengan seseorang di bawah 18 tahun dilarang jika ia merupakan murid atau bergantung secara finansial dan emosional pada pelaku. Pelanggaran dapat dihukum hingga 3 tahun penjara.
Kasus ini memicu perdebatan tentang batas usia persetujuan dan perlindungan anak di Islandia, mengingat perbedaan usia dan posisi kekuasaan antara Thorsdottir dan Asmundsson saat itu. Meskipun hubungan tersebut terjadi 36 tahun lalu, pengakuan dan pengunduran diri Thorsdottir menunjukkan perubahan sosial dan peningkatan kesadaran akan isu pelecehan seksual dan eksploitasi anak.
Peristiwa ini juga mengungkap kompleksitas isu-isu yang berkaitan dengan hubungan antara kekuasaan, hubungan pribadi, dan tanggung jawab publik. Dampak jangka panjang dari hubungan ini terhadap Asmundsson dan putranya juga menjadi pertimbangan yang penting.