Lionel Messi, pesepak bola yang telah meraih hampir semua gelar bergengsi bersama klub dan negaranya, memiliki idola yang mungkin mengejutkan banyak orang. Ia bukanlah Diego Maradona, meski keduanya merupakan legenda sepak bola Argentina.
Dari Rosario, Argentina, Messi memulai perjalanan panjangnya hingga menjadi superstar global. Sebelum mencapai puncak karirnya, Messi telah memiliki panutan yang menginspirasinya untuk bermimpi menjadi pesepak bola profesional.
Pablo Aimar: Idola Lionel Messi
Sosok yang paling dikagumi Messi bukanlah Maradona, melainkan rekan senegaranya, Pablo Aimar. Messi secara terbuka menyatakan kekagumannya terhadap Aimar dalam sebuah wawancara beberapa tahun lalu dengan Adidas Football, seperti yang dikutip oleh Sportbible.
“Selain Maradona, yang selalu menjadi yang utama bagi orang Argentina, Pablo Aimar adalah pemain yang paling saya kagumi. Saya sangat mencintainya,” ujar Messi.
Aimar, yang kini berusia 45 tahun, memiliki karier yang gemilang. Ia memulai karir di River Plate sebelum bergabung dengan Valencia di Spanyol. Di Valencia, Aimar bermain sebanyak 216 kali dan mencetak 34 gol.
Selama bermain di Valencia, Aimar meraih dua gelar La Liga dan satu Piala UEFA. Setelah Valencia, ia melanjutkan karirnya di Real Zaragoza dan Benfica sebelum akhirnya pensiun pada tahun 2015.
Kesamaan gaya bermain Aimar dan Messi menjadi salah satu alasan kekaguman Messi. Keduanya sama-sama memiliki skill dribbling yang luar biasa, visi bermain yang tajam, dan kemampuan memberikan umpan-umpan terobosan yang akurat.
Penghargaan Timbal Balik
Kekaguman Messi kepada Aimar ternyata berbalas. Ketika Aimar pensiun, Messi memuji mantan rekan satu timnya di timnas Argentina tersebut sebagai pemain hebat dan salah satu idolanya. Messi juga mengucapkan terima kasih atas semua hiburan yang diberikan Aimar kepada para penggemar melalui permainan magisnya.
Bahkan pada tahun 2020, Aimar menyebut Messi sebagai pemain favoritnya sepanjang masa. “Bagi saya, yang terbaik adalah Messi. Dia adalah favorit saya sepanjang masa,” kata Aimar.
Messi dan Aimar pernah bermain bersama di timnas Argentina selama beberapa tahun, termasuk di Piala Dunia 2006 di Jerman, di mana mereka harus mengakui keunggulan tuan rumah.
Meskipun Maradona merupakan ikon sepak bola Argentina, Messi memilih Aimar sebagai idolanya. Hal ini menunjukkan bahwa kekaguman Messi tidak hanya berlandaskan pada prestasi, tetapi juga pada gaya bermain, kepribadian, dan mungkin juga karena ikatan emosional yang terbangun selama mereka bermain bersama di timnas.
Kisah kekaguman Messi terhadap Aimar ini memperkaya persepsi kita tentang sosok Messi. Ia bukan hanya seorang pemain yang berbakat dan berprestasi, tetapi juga seorang yang menghargai dan mengapresiasi pemain-pemain hebat lainnya, khususnya yang berasal dari negaranya sendiri.